Karya Alumni

Analisis Korelasi Harga Mobil

Algoritma dan Pemrograman Basic Excel

Ringkasan

Proyek ini fokus pada analisis statistik dan visualisasi hubungan karakteristik fisik kendaraan terhadap harga jualnya menggunakan dataset Automobile Data . Melalui pengolahan data korelasi dan pembuatan grafik scatter plot gabungan di Microsoft Excel , proyek ini berhasil memetakan dua pola tren yang kontras, yaitu pengaruh signifikan kapasitas mesin (korelasi positif kuat) dan efisiensi bahan bakar tol (korelasi negatif kuat) dalam penentuan segmentasi harga kendaraan di pasar.

Deskripsi Project

Latar Belakang dan Tujuan

Project analisis data ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan secara ilmiah bagaimana karakteristik teknis kendaraan memengaruhi nilai ekonomi atau harga jualnya di pasar. Variabel utama yang diuji dalam analisis ini adalah kapasitas ukuran mesin (engine size) serta tingkat keiritan konsumsi bahan bakar di jalan tol (highway MPG), yang masing-masing dikorelasikan dengan variabel harga (price).

Masalah yang Ditemukan

Pada awal pengerjaan, tantangan utama terletak pada kondisi dataset mentah yang masih menyatu dan belum terstruktur. Sebelum analisis dilakukan, data harus dipisahkan terlebih dahulu menggunakan fitur Text to Columns agar data numerik berada pada kolom yang tepat dan siap diolah menggunakan rumus statistik.

Kendala Selama Proses Pengerjaan

  1. Pemisahan Format Regional Rumus: Terdapat kendala teknis pada sintaksis rumus Excel yang digunakan, di mana pengaturan perangkat memerlukan penyesuaian penggunaan tanda pemisah regional titik koma (;) alih-alih koma (,) agar rumus fungsi statistik dapat berjalan dan mengeksekusi data ratusan baris secara akurat.
  2. Kekeliruan Awal Visualisasi Grafik: Pada draf awal, pembuatan grafik scatter plot dilakukan secara terpisah per lembar kerja (sheet). Hal ini membuat perbandingan tren menjadi kurang efektif dan kurang kontras karena pembaca harus berpindah halaman untuk melihat hubungan antar variabel.

Problem Solving dan Solusi Teknis

  1. Sinkronisasi Fungsi Statistik: Melalui penerapan rumus korelasi =CORREL dan kalkulasi nilai rata-rata =AVERAGE yang disesuaikan dengan format pemisah regional titik koma, pengolahan data dari baris awal hingga baris ke-206 berhasil diselesaikan dengan akurat tanpa adanya error sistem.
  2. Pembuatan Grafik Scatter Plot Gabungan: Untuk mengatasi kendala visualisasi, grafik lama dihapus dan dibuatkan satu grafik scatter plot gabungan yang baru. Melalui teknik klik kanan Select Data pada area chart, data kolom Highway MPG dan Price dari sheet ketiga berhasil disuntikkan ke dalam grafik sheet kedua sebagai series baru. Langkah ini menghasilkan satu grafik terpadu dengan dua warna titik berbeda yang menampilkan kontras tren secara instan tanpa perlu memindahkan tabel data utama ke lembar baru.

Hasil Analisis Akhir

  1. Hubungan Ukuran Mesin dan Harga: Perhitungan korelasi menghasilkan angka positif yang sangat kuat sebesar 0,872335, dengan nilai rata-rata ukuran mesin sebesar 126,90 dan rata-rata harga sebesar 13207,13. Grafik yang bergerak naik membuktikan bahwa kapasitas mesin berbanding lurus dengan harga; semakin besar kapasitas mesin, harga kendaraan akan semakin mahal karena performa yang ditawarkan lebih tinggi.
  2. Hubungan Keiritan Bahan Bakar dan Harga: Perhitungan korelasi menunjukkan angka negatif yang kuat sebesar -0,70469, dengan rata-rata efisiensi bahan bakar tol sebesar 30,75. Tren grafik yang bergerak menurun membuktikan bahwa tingkat keiritan bensin tol berlawanan arah dengan harga; kendaraan yang lebih hemat bahan bakar di jalan tol justru cenderung memiliki harga jual yang lebih rendah di pasar, sedangkan kendaraan berperforma tinggi cenderung lebih boros namun bernilai jauh lebih mahal.