Luqman Afif Hendrawan
PRISMA AI merupakan Web-Based Industrial AI Agent yang dirancang untuk membantu engineer manufaktur melakukan predictive process monitoring dan pengambilan keputusan operasional berbasis data. Platform ini mengintegrasikan data proses, predictive model, knowledge base, analytical tools, serta AI reasoning untuk mempercepat analisis, mendeteksi deviasi lebih awal, menghasilkan insight, dan memberikan explainable recommendation. Implementasi awal menggunakan studi kasus ClO₂ production process pada industri pulp dan kertas dengan prinsip Human-in-the-Loop, sehingga keputusan akhir tetap berada pada engineer.
PRISMA AI merupakan Web-Based Industrial AI Agent yang dirancang untuk membantu industri manufaktur mengubah data operasional menjadi prediksi, insight, dan rekomendasi yang dapat dijelaskan untuk mendukung pengambilan keputusan engineer.
PRISMA AI dikembangkan bukan sebagai pengganti engineer maupun sistem kontrol proses, melainkan sebagai AI Decision Support System yang mengintegrasikan process data, predictive model, knowledge base, analytical tools, dan Large Language Model (LLM) dalam satu platform berbasis web. Keputusan operasional akhir tetap berada pada engineer melalui konsep Human-in-the-Loop.
Industri manufaktur menghasilkan data operasional dalam jumlah besar dari berbagai sumber seperti DCS, SCADA, process historian, laboratory data, logsheet, dan catatan produksi. Namun, ketersediaan data yang besar belum selalu diikuti dengan proses analisis yang cepat dan terintegrasi.
Beberapa permasalahan utama yang ingin diselesaikan PRISMA AI adalah:
Kondisi tersebut dapat menyebabkan lost analysis time, keputusan parameter yang kurang tepat, penurunan kualitas dan kuantitas produksi, inefisiensi penggunaan bahan kimia maupun energi, serta peningkatan risiko operasional.
PRISMA AI ditujukan terutama untuk:
1. Industri Manufaktur
Industri dengan proses produksi kompleks yang membutuhkan analisis operasional lebih cepat, konsisten, dan berbasis data.
2. Engineer Manufaktur
Engineer yang membutuhkan dukungan dalam monitoring proses, evaluasi parameter, identifikasi deviasi, serta pengambilan keputusan operasional.
PRISMA AI menawarkan pendekatan yang berbeda dari dashboard monitoring biasa maupun chatbot konvensional.
Platform dirancang sebagai AI Agent yang dapat memahami tujuan pengguna, menentukan jenis analisis yang diperlukan, memilih tools yang sesuai, menjalankan predictive model, mengambil informasi dari knowledge base, kemudian menghasilkan insight dan recommendation.
Alur utama PRISMA AI adalah:
Input Data → Validasi → Prediksi → Analisis → Rekomendasi → Verifikasi Engineer
PRISMA AI direncanakan memiliki beberapa fitur utama:
PRISMA AI memiliki empat nilai utama:
Agentic Analysis
AI tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi dapat memilih dan menjalankan tools analisis.
Explainable Decision Support
Prediksi dan rekomendasi disertai penjelasan sehingga dapat dipahami dan diverifikasi.
Knowledge Preservation
Pengetahuan engineer, SOP, manual, serta historical case dapat didokumentasikan menjadi organizational knowledge.
Human-in-the-Loop
AI memberikan dukungan analisis, sedangkan keputusan akhir tetap berada pada engineer.
PRISMA AI menggunakan arsitektur modular agar setiap fungsi dapat dikembangkan dan divalidasi secara terpisah.
Alur teknologi secara sederhana terdiri dari:
Industrial Data → Data Processing → Predictive Model → Knowledge Base → AI Agent & Tools → Output → Engineer Verification
Data dapat berasal dari:
Data akan melalui proses:
Pada studi kasus awal, model yang digunakan adalah:
Multiple Linear Regression
Model digunakan untuk melakukan perhitungan numerik berdasarkan parameter operasi. Ke depan, model dapat dikembangkan menggunakan Machine Learning yang sesuai dengan karakteristik proses.
Knowledge Base menyimpan:
LLM berfungsi untuk:
Dengan pendekatan ini, LLM tidak menggantikan predictive model. Predictive model melakukan perhitungan, sedangkan AI Agent mengatur workflow dan menjelaskan hasilnya.
Rancangan teknologi PRISMA AI mencakup:
Arsitektur juga diarahkan agar dapat mendukung Cloud, Private Cloud, maupun On-Premise Deployment, tergantung kebutuhan keamanan dan integrasi perusahaan.
LLM untuk reasoning, predictive model untuk perhitungan, knowledge base untuk konteks, dan engineer untuk keputusan akhir.
PRISMA AI diharapkan memberikan beberapa manfaat utama bagi industri:
Mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan, membandingkan, dan mengevaluasi data proses.
Membantu mengenali penyimpangan lebih awal sebelum berdampak lebih besar pada proses.
Predictive model, trend, dan knowledge dapat membantu menentukan parameter yang perlu diperiksa terlebih dahulu.
SOP, manual, historical case, dan pengalaman engineer dapat terdokumentasi dan digunakan kembali.
Setiap rekomendasi dapat dilengkapi alasan sehingga lebih mudah dipahami dan diverifikasi engineer.
Dampak yang diharapkan meliputi:
PRISMA AI dirancang untuk dikembangkan secara bertahap:
Pengembangan dashboard, predictive model, AI Agent, Knowledge Base, dan rekomendasi untuk ClO₂ production process.
Validasi menggunakan historical dan operational data serta feedback dari engineer.
Integrasi dengan DCS/SCADA, historian, dan laboratory database.
Pengembangan ke unit lain seperti bleaching, recovery boiler, wastewater treatment, dan paper machine.
Skalasi platform ke berbagai plant dan industri proses seperti pulp & paper, chemical, cement, energy, serta food & beverage.
Pengembangan lanjutan juga diarahkan pada Advanced Predictive Models, Anomaly Detection & Early Warning, Learning from Engineer Feedback, Multi-Agent Capability, dan Scalable Deployment.
PRISMA AI hadir untuk mengubah data proses menjadi insight yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan, membantu engineer melakukan prediksi lebih awal, mengambil keputusan lebih cepat, dan mendukung operasi yang lebih baik.
PROJECT PITCH DECK : https://drive.google.com/file/d/1uJ2vfJALEFWZNwCSCxOwohtWsx15kuj7/view?usp=drive_link
VIDEO PITCH DECK : https://drive.google.com/file/d/1b2sR_5hIpeTZEFystuazT_rHPVW_cQjP/view?usp=drive_link