Ramsy Al Farras Adnani Rachmad
Judul Portofolio:
LaporPak! - Agentic Intelligence Layer for Public Complaint Management
Deskripsi Singkat:
Pengembangan solusi cerdas berbasis Agentic Intelligence Layer yang berfungsi sebagai Copilot bagi Admin pengelola pengaduan publik (menggunakan SP4N-LAPOR! sebagai reference use case). Sistem ini mengotomatisasi rantai birokrasi penanganan aduan, mengatasi bottleneck verifikasi, mendeteksi duplikasi semantik, merutekan disposisi secara tepat dengan Explainable AI, serta menyusun draf respon tanpa mengurangi diskresi manusia (Human-in-the-Loop).
Fitur Utama:
Teknologi yang Digunakan:
Gemini LLM, Python (FastAPI), PostgreSQL, Vite 8 / React, Vector Store (Cosine Similarity), Regex & Spacy NER untuk PII Masking.
Nama Tim | LaporPak! |
Kategori Peserta | Mahasiswa |
Nama AI Agent | LaporPak!: Agentic Intelligence Layer for Public Complaint Management |
Nama Ketua Tim | Ramsy Al Farras Adnani Rachmad |
Anggota Tim | Muhammad Kafanal Kafi |
Institusi | Institut Teknologi Sepuluh Nopember |
Pengelolaan pengaduan publik skala nasional seperti SP4N-LAPOR! menerima volume aduan yang sangat besar dari seluruh Indonesia setiap harinya. Proses birokrasi manual saat ini menciptakan hambatan operasional (bottleneck) yang parah pada birokrasi, terutama dalam tahap verifikasi awal, klasifikasi, deteksi duplikasi, hingga proses disposisi laporan ke instansi terkait. Masalah operasional ini semakin diperparah oleh maraknya laporan spam atau bot, penggunaan bahasa pelaporan masyarakat yang tidak terstruktur, serta tingginya variasi penanganan antarinstansi.
Target pengguna dari solusi ini adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Admin Pengelola Pengaduan di berbagai tingkatan (Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah) yang bertugas secara langsung memverifikasi, mengklasifikasikan, merutekan, dan menindaklanjuti keluhan masyarakat pada platform pengaduan publik.
Keterlambatan dan kesalahan dalam disposisi aduan berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap responsivitas pelayanan publik dan pemerintahan (good governance). Dengan menyelesaikan persoalan bottleneck administratif ini, ASN tidak perlu lagi menghabiskan waktu berlebihan pada tahap administrasi manual, melainkan dapat memfokuskan sumber daya mereka pada penyelesaian substansi permasalahan aktual warga. Transformasi digital ini krusial untuk memastikan setiap laporan ditangani secara akurat, transparan, dan terukur.
LaporPak! hadir sebagai Agentic Intelligence Layer yang beroperasi di belakang layar sistem layanan pengaduan publik, memposisikan diri sebagai asisten atau copilot bagi para admin. Menggunakan arsitektur hibrida yang aman, LaporPak! memadukan modul deterministik untuk penyensoran data pribadi (PII Masking) dengan kecerdasan buatan berbasis Multi-Agent. Sistem secara cerdas mampu mengekstrak entitas dari laporan, mendeteksi duplikasi aduan secara semantik menggunakan teknologi Vector Store, serta menjalankan Smart Routing untuk merekomendasikan disposisi instansi yang tepat lengkap dengan Confidence Score.
Sebagian besar solusi yang ada di masyarakat berfokus pada sisi warga pelapor (seperti chatbot tanya jawab umum), namun belum ada yang secara spesifik dirancang untuk menyelesaikan beban operasional di sisi pengelola backend instansi pemerintah.
Sistem yang Ada | Fokus Utama | Mekanisme & Satuan Analisis | Celah bagi Konteks Pengaduan Publik |
| SP4N-LAPOR! | Penampungan tiket aduan warga | Verifikasi dan disposisi secara manual oleh ASN | Rentan terhadap bottleneck akibat tingginya beban verifikasi manual dan duplikasi laporan. |
| Chatbot FAQ Pemerintah (Rule-based) | Menjawab pertanyaan umum dan panduan administratif | Pencocokan kata kunci dan aturan (rule-based) sederhana | Tidak dapat memahami teks pengaduan yang panjang, kompleks, dan tidak terstruktur. |
| LaporPak! | Otomatisasi verifikasi, deduplikasi, dan disposisi cerdas | Multi-Agent AI, Cosine Similarity, dan PII Masking Deterministik | Membantu admin secara langsung di backend, berfokus pada resolusi konflik birokrasi dan privasi data. |
Inovasi utama LaporPak! dibandingkan dengan solusi Chatbot/AI perkotaan lainnya terletak pada posisinya sebagai asisten backend bagi admin, bukan sekadar mencoba menjadi "super-app" bagi masyarakat. Nilai unggul lainnya adalah penggabungan PII Masking Deterministik untuk mencegah kebocoran data pada external prompt (memastikan kepatuhan UU PDP), dan integrasi basis Vector Deduplication untuk menanggulangi penumpukan laporan duplikat, serta konsistensi prinsip Human-in-the-Loop agar kewenangan diskresi tata usaha negara tetap berada di tangan ASN.
Arsitektur dirancang sebagai lapisan perantara (middleware) yang memproses laporan warga sebelum sampai ke dashboard admin. Sistem ini dibangun dengan pola multi-agent yang berjalan secara asynchronous di atas infrastruktur komputasi awan yang mematuhi standar SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik). Setiap modul dikompartementalisasi-mulai dari lapisan masking data, lapisan deduplikasi vektor, hingga lapisan penalaran LLM-agar mempermudah skalabilitas performa.
Komponen | Teknologi yang Digunakan | Fungsi dalam Sistem |
| Primary LLM / Reasoning Engine | Gemini LLM | Melakukan Triage, klasifikasi teks kompleks, Explainable Routing, dan menyusun draf respons (Response Drafting). |
| Deteksi & Masking Privasi | Regex & Spacy NER | Berfungsi secara deterministik untuk melakukan PII Masking demi menjamin pelindungan data pribadi (UU PDP). |
| Basis Data Vektor | Vector Database (Pinecone/Chroma) | Melakukan Cosine Similarity Search untuk mengelompokkan dan mendeteksi laporan yang duplikat secara semantik. |
| Backend API & Framework | Python (FastAPI) | Menyediakan layanan RESTful API asynchronous berkinerja tinggi sebagai penghubung antar-sistem. |
| Basis Data Relasional | PostgreSQL | Menyimpan metadata tiket, status verifikasi, rekam jejak audit (audit trail), dan profil instansi. |
| Frontend UI Framework | Vite / React | Membangun antarmuka Admin Copilot yang interaktif, cepat, dan responsif. |
Data laporan mentah dari warga masuk ke sistem dan pertama-tama disaring oleh modul Python Backend menggunakan Regex & Spacy NER. Setelah nama dan NIK disamarkan (PII Masked), teks aduan di-embedding dan dicari kemiripannya pada Vector Database. Apabila laporan bukan duplikasi, teks yang telah bersih diteruskan ke Gemini LLM. LLM memproses teks tersebut untuk menentukan sentimen, urgensi, dan rekomendasi instansi penindaklanjut. Hasil analisis terstruktur kemudian disimpan ke dalam database PostgreSQL dan disajikan ke antarmuka React agar admin dapat meninjau, menyetujui, atau memodifikasi draf sebelum resmi disirkulasikan.
Keamanan informasi merupakan pilar utama pengembangan sistem pengaduan publik. Pemanfaatan modul masking deterministik (Regex dan Named Entity Recognition secara lokal) memastikan bahwa tidak ada informasi pribadi masyarakat pelapor yang dikirim ke penyedia LLM publik, mencegah kebocoran data secara fundamental. Arsitektur ini juga memastikan penyesuaian yang ketat dengan kebijakan kedaulatan data (SPBE) dan amanat Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).
LaporPak! menyederhanakan tugas screening dan analisis dokumen yang semula menghabiskan banyak waktu dan sumber daya aparatur pemerintah. Manfaat konkritnya mencakup percepatan klasifikasi tiket (dari hitungan jam atau hari menjadi detikan), eliminasi polusi spam dan keluhan redundant, serta penurunan beban stres kerja kognitif bagi para Pengelola Pengaduan.
Dampak utama dari inovasi ini adalah terciptanya tata kelola birokrasi yang lebih efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan (explainable). Penempatan dan perutean disposisi akan jauh lebih akurat, memangkas proses lempar-tanggung jawab antar-instansi daerah. Pada akhirnya, kecepatan waktu penyelesaian laporan publik akan meningkat secara signifikan, berdampak langsung pada indeks kepuasan masyarakat.
Skalabilitas sistem memungkinkan LaporPak! untuk diadopsi sebagai middleware pada ekosistem pengaduan yang sudah mapan seperti SP4N-LAPOR!, maupun diimplementasikan di berbagai tingkatan mulai dari Pusat Panggilan Darurat (Call Center), Unit Pengelola Pengaduan Kementerian/Lembaga, hingga tingkat PPID di Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Anwar, M. H., Ratnawati, S., & Rahmawati, D. (2026). Pengembangan Artificial Intelligence Pada Website SP4N Lapor Dalam Mempermudah Pengaduan. Journal of Governance and Public Administration (JoGaPA), 3(3).
Ardiansah, A. A., Fadli, Y., Chumeidy, A., & Hermawan, D. (2024). Analisis Efektivitas SP4N-LAPOR! Dalam Meningkatkan Pelayanan Publik Di Kabupaten Tangerang. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 10(4), 828-847.
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah. (2025). (DRAFT) Kebijakan dan Prosedur Implementasi Artificial Intelligence (AI). Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Handojono, F. D., Puspaningtyas, A., & Rahmadanik, D. (2025). Kualitas Pelayanan Progran SPAN LAPOR! Dalam Peningkatan Pengelolaan Pengaduan Masyarakat di Provinsi Jawa Timur. Universitas Pendidikan Ganesha.
PPID Kabupaten Penajam Paser Utara. (2022). Laporan Tahunan Pengelolaan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N)-LAPOR!. Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.
PPID Provinsi Bali. (2025). Laporan SP4N-Lapor 2025. Pemerintah Provinsi Bali.
Situmorang, G. N. A., Dyatmika, V. K., Fatkhuri, & Adrian, M. M. (2026). Pemanfaatan Artificial Intelligence Dalam Pelayanan Pengaduan Masyarakat Studi Kasus SP4N-LAPOR!. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(2), 3819-3827.
Wulandari, S. (2023). Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Melalui Aplikasi Pengaduan SP4N-LAPOR! Pada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Jurnal Ilmiah Wahana Bhakti Praja, 13(2), 152-166.
Link Canva: https://canva.link/fmhc6hpna8g8euz
Link Youtube Pitch: https://www.youtube.com/watch?v=lR9ujMv3k9E