Foto User
BIMA -Bisa Basa Krama

Finan Muflih Ismail

Sosial Media


1 orang menyukai ini
Suka

Summary

BIMA (Bisa Basa Krama) adalah sistem kecerdasan buatan otonom berbasis Autonomous Multi-Agent System yang dirancang untuk melestarikan Bahasa Jawa Krama di kalangan remaja SMA sekaligus mengefisiensikan beban evaluasi guru. Mengintegrasikan LangGraph, Llama 3, Whisper AI, dan Vector RAG, BIMA menghadirkan otomasi penyusunan soal asesmen berbasis CP/ATP Kurikulum Merdeka, latihan percakapan lisan interaktif (Sandbox Mode) dengan Instant Visual Corrective Feedback (3 Detik), serta analitik pemetaan kesalahan pelafalan kelas secara otonom. BIMA memangkas waktu evaluasi guru hingga 80% dan menciptakan ruang latihan pelafalan yang bebas rasa cemas (anxiety-free).

Description

AI PROJECT PROPOSAL 

BISA AI NATIONAL AI AGENT CHALLENGE (NAIC) 2026

"BIMA (Bisa Basa Krama): Autonomous Multi-Agent System for Javanese Krama Learning, Adaptive Pronunciation Evaluation, and Pedagogical Intelligence"

Solusi Agentic AI Berbasis Multi-Agent Architecture, Speech Recognition, dan Retrieval-Augmented Generation (RAG) untuk Pelestarian Bahasa Daerah di Era Kurikulum Merdeka

Sebuah gambar berisi logo, simbol, lambang, Merek dagang Konten yang dihasilkan AI mungkin salah.

 

Disusun oleh :

1. Finan Muflih Ismail (Ketua Tim)

2. Farid Cahyadi (Anggota 1)

3. Jihan Khasna Ul Afiifah (Anggota 2)

4. Nuryanti (Anggota 3)

 

DISELENGGARAKAN OLEH BISA AI

2026

 

IDENTITAS PROPOSAL

Kategori Peserta:Pelajar & Mahasiswa (Sektor Solusi: Education)
Nama Tim & Institusi:Tim BIMA - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
Ketua Pelaksana:Finan Muflih Ismail
Anggota Tim:Farid Cahyadi, Nuryanti , Jihan Khasna Ul Afiifah  , 
Penyelenggara:BISA AI Academy - NAIC 2026

1. PROBLEM STATEMENT (PERMASALAHAN & URGENSI)

1.1 Krisis Penutur Bahasa Jawa Krama & Anxiety Remaja

Bahasa Jawa ragam Krama Inggil merupakan pilar tingkah laku, etika (unggah-ungguh), dan kearifan lokal. Namun di era digital, terjadi penurunan drastis kemampuan dan frekuensi penggunaan Bahasa Jawa Krama di kalangan remaja SMA/SMK/MA. Berdasarkan analisis observasi dan survei:

  • Speaking Anxiety & Rasa Cemas: Siswa merasa takut dan cemas melakukan kesalahan tingkatan bahasa (undha-usuk) saat berbicara kepada guru atau orang yang lebih tua, sehingga memilih pasif.
  • Ketiadaan Media Latihan Adaptif: Media pembelajaran saat ini berfokus pada teks tertulis satu arah di buku paket tanpa adanya fasilitas latihan pelafalan lisan (speaking practice) mandiri yang dapat memberikan umpan balik langsung.

1.2 Tantangan Administrasi dan Evaluasi Guru

  • Beban Evaluasi Lisan yang Tinggi: Mengevaluasi tugas pelafalan lisan dari puluhan hingga ratusan siswa secara manual memakan waktu berjam-jam mendengarkan rekaman audio satu per satu.
  • Kerumitan Penyusunan Asesmen CP/ATP: Menyusun soal percakapan kontekstual yang sesuai dengan Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka membutuhkan waktu dan ketelitian sosiolinguistik.

2. AI AGENT SOLUTION & FEATURE ECOSYSTEM (SOLUSI AGENTIC AI)

BIMA (Bisa Basa Krama) bukan sekadar LMS statis atau chatbot bawaan biasa. BIMA dirancang sebagai Autonomous Multi-Agent Ecosystem (BIMA Agentic Network) di mana 3 agen AI bekerja secara kolaboratif, otonom, dan terintegrasi untuk menyelesaikan alur pembelajaran dari administrasi guru hingga latihan mandiri siswa.

Gambar 2.1: Alur Kerja Ekosistem BIMA Multi-Agent System (Agent 1, Agent 2, & Agent 3)

2.1 Ekosistem 3 Agentic AI Otonom

🤖 Agent 1: Pedagogical Assessment & Curriculum Agent (Asisten Guru Otonom)

  • Autonomous Document Parsing: Membaca dan mengekstrak dokumen Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka secara otomatis.
  • Automated Scenario & Question Generator: Merancang draf soal ujian lisan berbasis skenario sosiokultural remaja (contoh: Penyampaian Izin ke Wali Kelas, Tawar Menawar di Pasar Tradisional).
  • Dynamic Rubric Synthesis: Menyusun kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dan indikator kesesuaian diksi Krama Lugu/Krama Inggil secara otomatis.

🎙️ Agent 2: Adaptive Conversational Roleplay & Phonetic Evaluator Agent (Mitra Siswa Otonom)

  • Autonomous Student Companion: Agen pendamping latihan lisan mandiri berbasis Progressive Web App (PWA) di HP siswa yang bebas cemas (anxiety-free).
  • Multi-Turn Autonomous Dialogue Engine: Simulasi percakapan interaktif berbasis peran (roleplay) di mana agen menyesuaikan balasan bahasa Jawa Krama secara dinamis sesuai konteks.
  • Speech-to-Text & Phoneme Alignment: Mengintegrasikan OpenAI Whisper AI untuk mengonversi suara pelafalan siswa menjadi transkripsi teks akurasi tinggi.
  • Instant Visual Corrective Feedback (3 Detik): Transkripsi menampilkan warna HIJAU untuk kata yang benar dan MERAH untuk kata yang keliru dalam 3 detik, lengkap penjelasan makna Krama Inggil dan audio penutur asli.

📊 Agent 3: Autonomous Diagnostic & Remedial Intervention Agent (Analitik Klasikal Otonom)

  • Class-Wide Deficit Pattern Detection: Menganalisis hasil jawaban seluruh siswa di tingkat kelas secara kolektif tanpa perlu guru memeriksa satu per satu.
  • Diagnostic Error Mapping: Mendeteksi titik kesalahan terbanyak (contoh: 78% siswa di kelas mengalami kesalahan pada fonem hembus /th/ dan kata ganti penutur).
  • Proactive Remedial Plan: Menghasilkan rekomendasi tindakan intervensi pembelajaran luring yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik kelas secara otonom.

 

3. SPESIFIKASI TEKNIS & ARSITEKTUR SYSTEM (TECHNOLOGY STACK)

Gambar 3.2: Arsitektur Sistem Agentic AI BIMA (Frontend, Orchestration, AI Services, & Knowledge RAG)

3.1 Components & AI Framework Stack

Layer / KomponenTeknologi DigunakanPeran & Alasan Pemilihan
Orkestrasi Multi-AgentLangGraph / CrewAI PipelineMengelola state, alur logika terdistribusi, dan koordinasi 3 agen AI.
Large Language Model (LLM)Llama 3 (8B/70B) via Ollama & GPT-4oPemrosesan NLP tata bahasa Jawa dan ekstraksi dokumen CP/ATP.
Speech IntelligenceOpenAI Whisper AISpeech-to-Text akurasi tinggi tahan terhadap noise dan aksen lokal Jawa.
Knowledge Base (RAG)ChromaDB / Qdrant Vector StoreMenyimpan Corpus Unggah-Ungguh, Kamus Krama Inggil, & Aturan Sosiolinguistik.
Frontend Mobile (Siswa)Progressive Web App (PWA)Ringan, tanpa unduh PlayStore, responsive di Android/iOS HP siswa.
Frontend Web (Guru)Web Dashboard (React / Vanilla CSS)Dashboard intuitif untuk manajemen kelas, generasi soal, & analitik.
Backend & APIPython FastAPI & Node.jsAPI async performa tinggi untuk pemrosesan audio real-time & LLM orchestration.

4. POTENSI DAMPAK, KELAYAKAN, & ROADMAP PENGEMBANGAN

4.1 Dampak Kuantitatif & Kualitatif

  • Efisiensi Waktu Guru: Memotong waktu penyusunan asesmen & evaluasi lisan guru hingga 80% (dari 4 jam per kelas menjadi < 30 menit).
  • Umpan Balik Instan: Mengubah waktu tunggu evaluasi siswa dari 3 hari menjadi 3 detik secara real-time.
  • Peningkatan Keberanian Siswa: Menghilangkan kecemasan berbicara (speaking anxiety) melalui Sandbox Mode, meningkatkan frekuensi latihan mandiri siswa hingga 3x lipat.

4.2 Kesiapan Prototype (Technical Feasibility)

Sistem BIMA telah memiliki working prototype antarmuka interaktif dan dokumentasi teknis dan Buku Panduan Pengguna BIMA, Prototype ini membuktikan kesiapan alur UI/UX siswa dan guru.
a. Dashboard Guru

Login

 

Dashboard

 

AI Generator

 

Analytics

 

Settings

 

b. Dashboard Siswa

Login

 

Dashboard

 

Riwayat Asesmen

 

AI Sandbox Chat

 

Pencapaian

 

4.3 Roadmap Pengembangan NAIC 2026

  • Tahap 1 (Saat ini - Pitch Deck): Perancangan arsitektur Multi-Agent, integrasi prototype PWA, dan pengujian model Whisper + Ollama.
  • Tahap 2 (Hackathon Sprint): Fine-tuning Llama 3 khusus korpus dialectal Jawa, optimasi latensi audio STT < 1.5 detik, & integrasi penuh LangGraph.
  • Tahap 3 (Grand Final & Post-Challenge): Skalabilitas sistem ke bahasa daerah lain di Indonesia (Sunda, Bali, Bugis) sebagai platform pelestarian bahasa nasional.

5. KESIMPULAN

BIMA (Bisa Basa Krama) hadir sebagai solusi pionir berbasis Autonomous Multi-Agent AI System yang tidak hanya menyelesaikan masalah efisiensi evaluasi pendidik dalam Kurikulum Merdeka, tetapi juga menjawab krisis generasi penutur bahasa daerah melalui teknologi Agentic AI yang adaptif, ramah pengguna, dan berdampak nyata bagi pendidikan Indonesia.


LINK VIDEO PITCH : https://unyku.id/video-bima-naic2026

 

Informasi Course Terkait
  Kategori: Web Programming
  Course: Artificial Intelligence