Description
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2015, dengan fokus pada SDGs 1: Tanpa Kemiskinan (No Poverty).
- Pengantar SDGs
Menjelaskan bahwa SDGs terdiri dari 17 tujuan global yang dirancang untuk menciptakan dunia yang lebih adil, sejahtera, dan berkelanjutan pada tahun 2030.
Isu-isu yang diangkat meliputi sosial, ekonomi, dan lingkungan, yang saling berhubungan satu sama lain. - Fokus pada SDGs 1: Tanpa Kemiskinan
Tujuan ini berfokus pada penghapusan kemiskinan dalam segala bentuk di seluruh dunia.
Didefinisikan sebagai hidup dengan pendapatan kurang dari USD 2,15 per hari (standar PBB).
Fokus utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial agar setiap orang bisa hidup layak dan bermartabat. - Data dan Fakta Global
Disebutkan sekitar 700 juta orang di dunia masih hidup dalam kemiskinan ekstrem, terutama di kawasan Sub-Sahara Afrika dan Asia Selatan.
Pandemi COVID-19, konflik global, dan perubahan iklim memperburuk kondisi tersebut. - Kondisi Kemiskinan di Indonesia (Data 2024)
Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Indonesia mencapai 9,3% dari total penduduk.
Kemiskinan lebih terkonsentrasi di daerah pedesaan, dengan penyebab utama seperti pengangguran, pendidikan rendah, dan ketimpangan ekonomi. - Target Indonesia Tahun 2030
- Menghapus kemiskinan ekstrem sepenuhnya.
- Menjamin akses yang setara terhadap sumber daya ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
- Memperkuat sistem perlindungan sosial bagi kelompok rentan (anak, lansia, disabilitas, masyarakat miskin).
6. Upaya Pemerintah Indonesia
Beberapa program utama:
- Program Keluarga Harapan (PKH): bantuan tunai bersyarat untuk keluarga miskin.
- Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) & BLT: untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
- Program UMKM & Kartu Prakerja: untuk meningkatkan keterampilan kerja dan menciptakan lapangan kerja baru.
7. Peran Masyarakat
Dokumen ini juga menekankan pentingnya partisipasi publik:
- Berkontribusi lewat donasi dan kegiatan kemanusiaan.
- Mendukung ekonomi lokal dengan membeli produk dari UMKM.
- Terlibat dalam volunteering dan program pemberdayaan masyarakat.
8. Tantangan, Solusi, dan Harapan
- Tantangan: ketimpangan pendapatan, akses pendidikan dan pekerjaan yang belum merata, serta dampak perubahan iklim.
- Solusi: kolaborasi lintas sektor (pemerintah, swasta, masyarakat), penguatan pendidikan dan lapangan kerja, serta inovasi sosial.
- Harapan: prinsip “No One Left Behind” tidak ada satu pun yang tertinggal dalam pembangunan.