Indah Putri Jamanti
Proyek Akhir - Menganalisa Nilai pada Dataset Retail Store Sale Transaction
Proyek ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas layanan pada sektor ritel dengan menggunakan pendekatan machine learning berdasarkan metode Servqual. Data penjualan ritel diperoleh dari file berformat Excel (XLSX), kemudian dianalisis menggunakan Google Colab yang terhubung dengan akun Google Drive. Fokus utama dari proyek ini adalah membangun model klasifikasi machine learning (seperti Decision Tree) untuk memprediksi kepuasan pelanggan terhadap layanan ritel berbasis data survei.
Platform dan tools yang digunakan:
Langkah-langkah analisis:
Visualisasi hasil analisis, termasuk:
Proyek Akhir – Menganalisa Nilai pada Dataset Retail Store Sale Transaction
Dalam proyek analisis data ini, saya memanfaatkan machine learning untuk memahami topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu kepuasan pelanggan dalam layanan penjualan ritel. Langkah ini dimulai dengan menggunakan Google Colab sebagai platform analisis. Google Colab sangat cocok karena menyediakan lingkungan interaktif untuk eksperimen data science, memungkinkan saya menulis kode Python, menjalankan skrip, dan menampilkan visualisasi secara langsung.
Data yang digunakan berasal dari file Excel (XLSX) berjudul Retail Sales Dataset, yang berisi hasil survei pelanggan mengenai lima dimensi kualitas layanan menurut metode SERVQUAL, yaitu:
Langkah-langkah analisis yang dilakukan :
Hasil Evaluasi Model :
Mean Squared Error (MSE): 131.393.190,09
R-Squared (R²): 0,909
Nilai R² sebesar 90,9% menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan sebagian besar variasi tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan lima dimensi layanan Servqual. Ini menandakan bahwa model memiliki akurasi dan kestabilan yang tinggi. Meski nilai MSE terlihat besar, hal ini bisa disebabkan oleh skala data survei, dan masih dalam batas wajar untuk konteks ini.
Visualisasi yang Dibuat :
Grafik batang nilai rata-rata persepsi, harapan, dan GAP untuk setiap dimensi layanan. Scatter plot antara nilai aktual dan nilai prediksi dari model machine learning. Confusion matrix (jika dilakukan klasifikasi puas/tidak puas). Visualisasi ini membantu memperjelas bahwa daya tanggap merupakan dimensi dengan GAP terbesar dan menjadi prioritas utama untuk perbaikan layanan, sedangkan bukti fisik memiliki GAP terkecil, menunjukkan kinerja yang memuaskan di aspek tersebut.
Insight Data :
Semua dimensi SERVQUAL memiliki nilai GAP negatif, menandakan bahwa layanan belum memenuhi harapan pelanggan secara umum. Daya tanggap memiliki GAP terbesar menunjukkan area yang paling membutuhkan perbaikan. Bukti fisik memiliki GAP terkecil menunjukkan bahwa tampilan atau fasilitas fisik toko sudah cukup memenuhi ekspektasi pelanggan. Model machine learning menunjukkan prediksi yang akurat dan andal, terbukti dari R² sebesar 0,909.
https://www.kaggle.com/datasets/marian447/retail-store-sales-transactions/data
https://colab.research.google.com/drive/1peHFYbsk23PPopN16BGWjwiynmh89hWZ#scrollTo=Sn2sGO9dWcKC
https://docs.google.com/spreadsheets/d/1pI-gjsalwEQTIrnJplgpc02ZAoCj7sMaFB5xyb-jakE/edit?usp=sharing