TSAQIF RAKHA HARLI
Laporan ini membahas penerapan Supply Chain Management (SCM) di PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia. Sebelum penerapan SCM, PTBA menghadapi berbagai tantangan seperti jadwal pengangkutan yang tidak sinkron, kurangnya integrasi antar departemen, dan ketidakefisienan pengiriman yang menyebabkan peningkatan biaya operasional. Namun, setelah menerapkan SCM, PTBA berhasil mengintegrasikan sistemnya untuk aliran informasi real-time, meningkatkan efisiensi pengangkutan, dan mengurangi biaya tambahan seperti demurrage.
Melalui penggunaan program Minescape, PTBA juga mengoptimalkan proses perencanaan tambang hingga pemasaran dengan melakukan prediksi permintaan pasar secara akurat. Hasilnya, SCM tidak hanya meningkatkan koordinasi antar departemen tetapi juga mendukung efisiensi rantai pasok secara keseluruhan, menjadikan PTBA lebih kompetitif di pasar domestik dan internasional.