Foto User
Analisis Logistik PT. Remenia Satori Tepas

Jihan Aulia Rahmawati

Sosial Media


0 orang menyukai ini
Suka

Summary

Pada analisis logistik PT. Remenia Satori Tepas, Supply Chain Management (SCM) digunakan untuk mengelola pengadaan, penyimpanan, dan distribusi barang secara efisien. SCM memastikan barang (oli TOP1) dipesan melalui sistem pre-order, dikontrol stoknya di gudang pusat, dan didistribusikan ke pedagang besar dan kecil melalui jalur darat, laut, atau udara sesuai kebutuhan. Proses ini meningkatkan ketersediaan barang dan mempercepat pengiriman ke pelanggan.

Sementara itu, Enterprise Resource Planning (ERP) mendukung SCM melalui modul seperti Purchasing untuk pemrosesan pemesanan dan pembayaran ke pemasok, Inventory Management untuk memantau stok di gudang, Distribution Management untuk pengaturan logistik, dan Finance & Accounting untuk pencatatan keuangan, dan lain-lain. Dengan integrasi ERP, PT. Remenia Satori Tepas dapat meningkatkan koordinasi antar proses, mengurangi keterlambatan, dan memastikan data logistik serta keuangan terpusat dan akurat.

Description

Berikut alur Supply Chain Management pada PT. Remenia Satori Tepas:

Berikut sebelum penggunaan Supply Chain Management pada PT. Remenia Satori Tepas:

Keuntungan Penerapan Teknik SCM di PT. Remenia Satori Tepas:

  1. Efisiensi Proses Pengiriman: melalui penerapan sistem distribusi yang terorganisir, seperti rute darat untuk lokal dan rute laut/udara untuk wilayah jauh, proses pengiriman menjadi lebih efisien dan biaya operasional menurun. 
  2. Pengendalian Stok yang Lebih Efisien: metode pengelolaan inventori menjamin bahwa persediaan selalu ada di gudang utama dan toko. Hal ini mencegah kekurangan persediaan yang bisa mengganggu pengiriman barang kepada konsumen.
  3. Peningkatan Kualitas Kepuasan Pelanggan: sistem peramalan membantu memperkirakan permintaan pasar, sehingga kebutuhan pelanggan dapat dipenuhi dengan tepat waktu tanpa adanya penundaan.
  4. Pengurangan Risiko Operasional: melalui pengaturan distribusi dan hubungan yang harmonis dengan pemasok (manajemen hubungan pemasok), risiko seperti keterlambatan pengiriman atau kekurangan stok dapat dikurangi.
  5. Keefektifan Distribusi: dengan rencana distribusi logistik yang terstruktur, seperti jadwal pengiriman yang konsisten, distribusi barang menjadi lebih teratur dan mampu mencapai berbagai daerah secara maksimal.

 

Informasi Course Terkait
  Kategori: Manajemen
  Course: Enterprise Resource Planning