Nanda Kurnia Agusmawati
Kasus pembobolan rumah hingga saat ini masih menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi sebagian besar orang. Ini karena pembobolan rumah dapat menyebabkan kerugian akibat pencurian dan perusakan aset yang ada di dalam rumah. Pada statistik Data Kepolisian Jepang tahun 2020 untuk kasus pencurian, sebesar 49% kasus pencurian dilakukan karena pintu rumah tidak dikunci [1]. Hal ini disebabkan oleh pemilik rumah yang lupa mengunci pintu saat akan meninggalkan rumah. Kejadian pencurian karena lupa mengunci pintu rumah ini tentu saja menimbulkan rasa was-was bagi sebagian besar orang, terutama saat sedang meninggalkan rumah. Selain itu, pintu yang dipasang di rumah-rumah kebanyakan masih berjenis simple lock door, yaitu pintu bergagang dengan desain yang simple dan memerlukan kunci untuk membukanya. Pintu jenis ini masih sangat rentan terhadap pembobolan yang dapat dilakukan dengan mencongkel ataupun menggunakan kunci palsu oleh pencuri yang sudah profesional.
Berdasarkan permasalahan tersebut, kami membuat suatu sistem keamanan pintu rumah berbasis IoT, yang mana dapat dilakukan pengontrolan dan monitoring kondisi pintu dari jarak jauh melalui perangkat yang terhubung ke internet dengan menggunakan Telegram. Dari Telegram yang dapat digunakan melalui perangkat seperti ponsel ataupun PC tersebut, pengguna dapat mengecek apakah pintu sudah terkunci atau belum, mengontrol kunci pintu, dan mendapatkan notifikasi apabila ada orang lain yang membuka pintu. Selain itu, sistem yang kami buat tersebut juga memakai RFID guna menyelesaikan permasalahan pada poin kedua, dimana sistem ini merupakan electronic key yang cara kerjanya dengan men-scan RFID tag (sejenis kartu) ke RFID reader yang terdapat pada pintu. Dengan menggunakan model kunci elektronik ini, kunci akan sulit dipalsukan dan rumah akan lebih aman.
Project ini merupakan Project Capstone AI-Infra yang dibuat oleh saya dan seorang teman saya, Sainal Abidin pada SIB BISA AI Batch 3.
Diagram Alir Sistem
Berikut adalah diagram alir (flowchart) dari sistem yang kami buat.
Alat dan Bahan yang diperlukan
Software: Arduino IDE, Telegram
Hardware: ESP32, Reed Switch, RFID, Selenoid, Kabel Jamper, PCB, akrilik, breadboard, baut dan housing space, relay 5v, regulator tegangan DC, modul cas DC, serta adaptor 5v dan baterai.
Wiring Diagram
Implementasi Rangkaian
Simpulan
Setelah dilakukan pengujian pada rangkaian, hasilnya sistem yang kami buat telah berjalan baik dan memenuhi fungsionalitas yang kami harapkan. Dengan begitu, beberapa masalah pada sistem keamanan pintu telah kami selesaikan, yakni dengan membuat solusi berupa kunci pintu yang lebih aman (menggunakan RFID), dapat memonitoring kondisi pintu dengan Telegram, serta mengunci dan membuka kunci pintu dengan Telegram.
[1] Kasus Pembobolan Rumah di Jepang, 49 Persen Karena Pemilik Lupa Mengunci Pintu. (5 April 2021). Diambil dari https://www.tribunnews.com/internasional/2021/04/05/kasus-pembobolan-rumah-di-jepang-49-persen-karena-pemilik-lupa-mengunci-pintu. Diakses pada tanggal 14 Desember 2022.